Senin, 14 Maret 2011

Internet

Perjalanan Sejarah Internet di Dunia

Internet yang berasal dari kata Interconnection Networking yang artinya koneksi atau hubungan antara berbagai macam komputer dengan berbagai macam tipe dan jenisnya. Internet merupakan media yang dapat membantu kita untuk mendapatkan informasi dengan mudah. Internet mampu menghubungkan kita dengan dunia luar di belahan bumi mana pun. Pertanyaannya, darimana sebenarnya sejarah internet di dunia berawal?
Sejarah internet
Pada awalnya internet dibuat untuk mendukung kegiatan militer yang ada di Amerika Serikat. Yakni bermula pada 1957 DoD membentuk ARPA (Advanced Research Projects Agency) untuk meningkatkan teknologi yang berguna untuk mendukung kegiatan militer yang ada di Amerika Serikat.
Sekitar 1960 terjadi puncak perang dingin. ARPA memberikan kontrak kepada biro konsultan yang berada di Cambridge, Massachusetts, yaitu BBN untuk membuat jaringan packet switching yang terdiri atas subnet, computer host, dan software-software pendukung lainnya.
Tujuannya guna memenuhi permintaan DoD yang menginginkan untuk memiliki komando dan pengendalian jaringan yang kuat untuk mempertahankan diri bila nantinya terjadi perang nuklir.
Pada 1969 jaringan ARPANET pun berhasil dibuat dengan memiliki empat buah simpul yakni UCLA, UCSB, SRI dan Utah University yang saling terhubung. Namun, kondisi ARPANET yang ada pada saat itu masih banyak memiliki kekurangan.
Untuk itu ARPA berusaha meningkatkan kinerja dengan ikut membiayai berbagai macam hal penelitian yang berhubungan dengan jaringan satelit dan jaringan radio paket yang bersifat mobile. Dan ternyata berhasil ditemukannya model dan protocol TCP/IP yang dapat menghubungkan jaringan dan LAN dengan proporsi yang lebih banyak dari sebelumnya.
Pada 1980-an jaringan ARPANET semakin besar dengan makin banyaknya LAN yang dihubungkan ke ARPANET, dan mencapai puncaknya di tahun 1983 ARPANET sudah dianggap stabil dalam pengoperasiannya dan tergolong sukses.
Pada 1984 NSF merancang jaringan Backbone yang disebut NSFNET, jaringan ini nantinya berfungsi sebagai jaringan pengganti ARPANET. Jaringan ini dibuat dengan tujuan untuk menghubungkan untuk menghubungkan kelompok riset yang berada di universitas, laboratorium, perpustakaan dan museum yang terletak keenam pusat yang memiliki supercomputer yakni San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca, dan Princeton.
Pada 1990 ARPANET menghentikan operasinya karena telah lahir jaringan-jaringan baru yang dibuat sendiri oleh ARPANET.
Pada 1995 NSF menjalin kerjasama dengan memberikan kontrak kerja kepada operator-operator lain untuk membuat NAP (Network Access Point) sehingga memudahkan setiap jaringan regional berkomunikasi dengan jaringan regional lainnya. Operator-operator tersebut antara lain, yaitu PacBell di San Francisco, Ameritech di Chicago, MFS di Washington D.C, dan Sprint di New York City.
Dan pada 1990-an Tim Bernes-Lee mampu mengubah wajah internet menjadi lebih apik dengan membuat sebuah aplikasi WWW (World Wide Web) sehingga dapat kita nikmati sampai sekarang ini.
Internet pun berubah fungsi dari fungsi semula yang hanya digunakan oleh para akademisi, pemerintah, dan para peneliti hingga menjadi sebuah media yang dapat dinikmati oleh kalangan masyarakat biasa.

Referensi : http://www.anneahira.com/sejarah-internet-di-dunia.htm

Minggu, 06 Maret 2011

Global Warming

Apa itu Pemanasan Global ?

  "Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?
 
Penyebab Pemanasan Global
Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.

Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

Apa Penyebab Utama Pemanasan Global?
Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock's Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Emisi gas rumah kaca industri peternakan meliputi 9 % karbon dioksida, 37% gas metana (efek pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2), 65 % nitro oksida (efek pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2), serta 64% amonia penyebab hujan asam. Peternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak. Peternakan juga penyebab dari 80% penggundulan Hutan Amazon.
Sedangkan laporan yang baru saja dirilis World Watch Institut menyatakan bahwa peternakan bertanggung jawab atas sedikitnya 51 persen dari pemanasan global.
Penulisnya, Dr. Robert Goodland, mantan penasihat utama bidang lingkungan untuk Bank Dunia, dan staf riset Bank Dunia Jeff Anhang, membuatnya berdasarkan “Bayangan Panjang Peternakan”, laporan yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Mereka menghitung bidang yang sebelumnya  dan memperbarui hal lainnya, termasuk siklus hidup emisi produksi ikan yang diternakkan, CO2 dari pernapasan hewan, dan koreksi perhitungan sebenarnya yang menghasilkan lebih dari dua kali lipat jumlah hewan ternak yang dilaporkan di planet ini.
Emisi metana dari hewan ternak juga berperan sebesar 72 kali lebih dalam menyerap panas di atmosfer daripada CO2. Hal ini mewakili kenaikan yang lebih akurat dari perhitungan asli FAO dengan potensi pemanasan sebesar 23 kali. Meskipun demikian, para peneliti itu memberitahu bahwa perkiraan mereka adalah minimal, dan karena itu total emisi 51 persen masih konservatif. 

 referensi : http://www.pemanasanglobal.net/faq/apa-itu-pemanasan-global.htm